{"id":9,"date":"2012-03-16T19:44:14","date_gmt":"2012-03-16T12:44:14","guid":{"rendered":"http:\/\/rahmadimulyohartono.com\/?p=9"},"modified":"2012-12-26T08:18:01","modified_gmt":"2012-12-26T01:18:01","slug":"motivasi-bahan-bakar","status":"publish","type":"post","link":"http:\/\/rahmadimulyohartono.com\/?p=9","title":{"rendered":"Motivasi = Bahan Bakar"},"content":{"rendered":"<p>Motivasi karyawan bisa diibaratkan sebagai bahan bakar dari sebuah mobil. Jika kita memiliki anggota team yang sangat skillful dan berpengalaman di bidang masing2 untuk mencapai tujuan dari organisasi kita, team ini bisa diibaratkan sebagai sebuah mobil Mercedez Benz 3000 cc yang mewah dan bertenaga. Sebagai seorang pemimpin yang diibaratkan sebagai pemegang kemudi dari mobil ini, leader harus memperhatikan kualitas dan kuantitas dari bahan bakar yang diberikan ke dalam tangki mobil Mercy ini. Dia harus mengisi bahan bakar dengan kualitas yang ditentukan, misalnya minimum nilai oktannya adalah 92 (sekelas Pertamax atau Shell Super), kalau tetap memberikan bahan bakar dengan oktan lebih rendah misalnya Premium (oktan 88) demi alasan cost, Mercy ini tetap akan jalan, dengan resiko mesin &#8220;nggelitik &#8211; kata orang bengkel karena nilai oktannya tidak sesuai dengan spesifikasi kompressi dari mesinnya&#8221; dan kalau tetap memaksakan dalam waktu yang lama tidak mustahil biaya servicenya akan sangat mahal dan mobil akan berhenti &#8220;berproduksi&#8221;. Jadi dalam memotivasi team, semakin tinggi tingkatan skills dan knowledge dari team members (i.e. Knowledge Workers), akan memerlukan kualitas motivasi yang lebih bagus dari pada \u00a0tenaga kerja yang hanya memerlukan basic skills (contohnya blue collar employee yang hanya rutin mengerjakan pekerjaan yang sama setiap harinya). Knowledge workers ini tidak akan puas dengan hanya imbalan &#8220;compensation &amp; benefits&#8221; yang lebih tinggi dari market average, tetapi mereka juga &#8220;mencari&#8221; nilai2 &#8220;what&#8217;s in it for me&#8221; yang lebih tinggi, misalnya tentang opportunity for continous learning, career advancement possibility dan job satisfaction values yang unik pada masing2 individu. Sebagai driver, leader harus tahu betul bagaimana memberikan bahan bakar yang tepat untuk masing2 team membernya.<\/p>\n<p>Kemudian hal yang sangat penting kedua, sang sopir juga harus menyetir mobil ini dengan benar dengan memberikan visi dan misi serta tujuan yang jelas dari \u00a0perjalanan yang akan ditempuh. Sebagai sopir selain dia harus berkolaborasi secara padu dengan mesin Mercy ini, kapan harus di&#8221;gas&#8221; kapan harus di&#8221;rem&#8221; dan kapan harus belok kiri atau kanan, semua harus berpadu dengan baik. Jangan pada saat menikung tajam di jalanan yang berair, pengemudi tidak mengurangi kecepatannya, bisa berbahaya buat semua peumpangnya. Dan yang juga penting sekali, sebagai sang sopir, leader harus melihat fuel meter apakah bensinya masih penuh (F), atau tinggal setengahnya? Jangan sampai terjadi, leader hanya mengejar tujuan dari organisasi dan lupa untuk melihat level dari bahan bakarnya atau level dari motivasi team membernya. Kalau bensinnya habis (di E!), motivasi level yang terlalu rendah, mobil tidak akan bisa mencapai tujuan perjalannya. \u00a0Dia harus tahu kapan harus mengisi bensin dari kendaraan sehingga akan menjamin tercapainya tujuan dari perjalanannya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/1.bp.blogspot.com\/_qqruqoeKANc\/TU-yF47WhAI\/AAAAAAAAABM\/Tli6frqqimE\/s1600\/Team+Category.jpg\"><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter\" alt=\"\" src=\"http:\/\/1.bp.blogspot.com\/_qqruqoeKANc\/TU-yF47WhAI\/AAAAAAAAABM\/Tli6frqqimE\/s320\/Team+Category.jpg\" width=\"320\" height=\"240\" border=\"0\" \/><\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Didalam organisasi selain diperlukan skills dan knowledge yang mencukupi untuk mencapai tujuan dari organisasi, leaders di semua level harus menjaga terpenuhinya kebutuhan bahan bakar motivasi dari anggota team sehingga akan tercipta kombinasi &#8220;CAN DO WILL DO&#8221;. \u00a0Dengan motivasi yang tinggi (level F!) maka organisasi akan lebih mudah mencapai tujuannya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Motivasi karyawan bisa diibaratkan sebagai bahan bakar dari sebuah mobil. Jika kita memiliki anggota team yang sangat skillful dan berpengalaman di bidang masing2 untuk mencapai tujuan dari organisasi kita, team ini bisa diibaratkan sebagai sebuah mobil Mercedez Benz 3000 cc yang mewah dan bertenaga. Sebagai seorang pemimpin yang diibaratkan sebagai pemegang kemudi dari mobil ini, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[3],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"http:\/\/rahmadimulyohartono.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9"}],"collection":[{"href":"http:\/\/rahmadimulyohartono.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"http:\/\/rahmadimulyohartono.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/rahmadimulyohartono.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/rahmadimulyohartono.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=9"}],"version-history":[{"count":3,"href":"http:\/\/rahmadimulyohartono.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":62,"href":"http:\/\/rahmadimulyohartono.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9\/revisions\/62"}],"wp:attachment":[{"href":"http:\/\/rahmadimulyohartono.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=9"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"http:\/\/rahmadimulyohartono.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=9"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"http:\/\/rahmadimulyohartono.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=9"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}