Daily Archives: January 10, 2012

The marriage between business strategy and people strategy – end to end integrated talent management framework

Strategi suatu perusahaan akan hanya menjadi strategi belaka kalau perusahaan tidak memiliki karyawan yang berkualitas untuk melakukan eksekusi dari strategi tersebut. Untuk mendapatkan karyawan yang berkualitas sesuai dengan strategi yang dipilih oleh perusahaan dan untuk mencapai tujuan dari perusahaan, baik untuk jangka pendek dan jangka panjang; perusahaan perlu menerapkan suatu strategi yang tepat untuk mengelola karyawannya (right people strategy). Salah satu eksekusi people strategy yang bisa menjadi acuan adalah penerapan end to end integrated talent management. Talent Management adalah identifikasi, karir development dan movement dari karyawan dan pemimpin-pemimpin (leaders) di dalam sebuah organisasi untuk meningkatkan retention dari karyawan karyawan kunci (key talents) dan untuk mempersiapkan karyawan-karyawan lainnya yang akan menjadi key contributors di masa yang akan datang dengan knowledge yang luas sesuai dengan kemajuan teknologi dan tren bisnis serta memiliki cross-functional skills yang diperlukan untuk menjalankan eksekusi dari strategi perusahaan (dikutip dari Gay, Matthew., and Doris Sims. Building Tomorrow’s Talent: A Practitioner’s Guide to Talent Management and Succession Planning. (Bloomington, Indiana: AuthorHouse, 2006)).

Berikut ini adalah framework dari end to end integrated talent management:

Talent Management

Framework end to end integrated talent management di atas di modifikasi dari framework integrated talent management yang di buat oleh Bersin dan associates dengan tambahan pondasi sebagai berikut: (1) Perubahan teknologi dan solusinya serta perubahan business landscape yang mendorong perusahaan memilih (2) strategy yang berguna untuk beradaptasi dan memelihara sebuah pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan serta mencapai posisi yang di inginkan oleh perusahaan tersebut (wanted positions). Dengan pemilihan strategi bisnis tersebut, dibutuhkan alignment dengan perubahan dari (3) profil kompetensi dan pekerjaan (job profile) yang mendukung eksekusi dari strategi tersebut.  (4) Sistem HRD dan key performance metrics juga perlu diadaptasikan dengan model bisnis proses yang baru. Keempat pondasi tersebut di kelilingi dan menjadi dasar dari seluruh end to end integrated talent management activities (circle) seperti dalam gambar di atas.  Aktivitas end to end integrated talent management di dalam lingkaran tersebut dieksekusi berdasarkan empat pondasi yang disebutkan di atas dan masing-masing aktivitas harus memiliki bonding yang kuat dengan aktivitas yang lainnya.  Sebagai contoh, aktivitas succession management memerlukan input performance dari talents yang terpilih untuk menjadi calon pengganti leader-leader perusahaan yang diambil dari hasil aktivitas performance management dan juga memerlukan masukan dari aktivitas talent strategy dan planning guna mengidentifikasi time plan untuk suksesi dilaksanakan.  Succession planning juga memberikan inputs untuk aktivitas learning dan development guna menentukan program-program training dan mentoring yang tepat dan terfokus beserta kebutuhan rotasi di dalam perusahaan untuk mendapatkan multi-skilled talents. Succession planning akan menentukan kebutuhan specifik dari leadership development program untuk talent-talent yang terpilih untuk menggantikan posisi leadership yang kritikal di perusahaan. Berdasarkan hasil dari succession plan, Line Manager dan HR professional dapat mencari talent-talent yang di butuhkan baik dari dalam ataupun dari luar perusahaan yang juga akan menentukan strategi perusahaan untuk kompensasi dan benefits. Masing-masing aktivitas end to end integrated talent management seperti tergambar di lingkaran framework di atas, memiliki ikatan yang kuat dengan aktivitas yang lain di dalam lingkaran tersebut; sebagai contoh aktivitas performance management memiliki peran yang sangat penting sebagai inputs dari aktivitas end to end integrated talent management yang lainnya. Tanpa ikatan yang kuat dan bonding dengan aktivitas yang lainnya dalam lingkaran framework di atas, sebuah aktivitas talent management yang berdiri sendiri akan kehilangan fungsinya dan akan memberikan impact yang minimum untuk eksekusi strategi perusahaan guna pencapaian target bisnis perusahaan. Hal ini juga akan membuat persepsi di kalangan karyawan sebagai “compliance only program” tanpa memberikan impact yang signifikan untuk eksekusi strategi guna mencapai tujuan bisnis perusahaan.  Apakah perusahaan anda sudah menerapkan end to end integrated talent management? Jika sudah, coba cocokan dengan framework di atas, dan berikan komentar anda untuk perbaikan framework ini.